Bagi-bagi Masker Medis Dari Pintu Ke Pintu

Kerjasama adalah kunci bagi Indonesia dalam menyelesaikan pandemi COVID-19 saat ini. Demikian ungkap juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana di acara distribusi masker medis dari Pintu Ke Pintu, program yang diluncurkan 5 Agustus 2021.

Distribusi masker dan face shield Aice Group dan KSP

Kondisi masyarakat yang majemuk dan masih banyaknya masyarakat kurang mampu di tanah air, membuat pemerintah perlu melibatkan semua pihak bersinergi dalam pencegahan penularan virus COVID-19. Kantor Staf Presiden (KSP), Aice Group, dan relawan bekerja sama mendistribusikan masker medis sejumlah 500 ribu untuk masyarakat melalui relawan dan jaringan PKK di 18 kota/kabupateN di Indonesia.

Distribusi masker dari pintu ke pintu

KSP menilai pembagian masker medis ini merupakan pilihan yang realistis dan sesuai protokl kesehatan (Prokes) dalam menekan angka penularan COVID-19.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa risiko lebih tinggi penularan yang ditimbulkan oleh varian baru virus korona menyebabkan semua pihak perlu lebih mengutamakan langkah pencegahan di hulu. 

Dalam distribusi 500 ribu masker medis dari pintu ke pintu yang dijalankan oleh koalisi triple helix pemerintah, swasta, dan unsur masyarakat sipil ini, KSP mengapresiasi partisipasi aktif unsur swasta dan tokoh masyarakat di berbagai kota dan kabupaten. Juri menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers maya yang dilakukan bersamaan dengan distribusi 24 dari 500 ribu masker medis yang didonasikan oleh Aice Group di wilayah Koja, Jakarta Utara pada Kamis (5/8/2021).

“Belum ada kata terlambat bagi kita membangun kedisiplinan dan kerjasama dalam melawan COVID-19. Meskipun rumah sakit sudah sedikit lebih lapang dan statistik penularan menggambarkan perbaikan, tapi kita tidak boleh lengah. Ikhtiar kita adalah bukan untuk menurunkan sementara angka pandemi. Tapi untuk benar-benar menekan pandemi ini hingga titik yang paling aman buat masyarakat Indonesia kembali beraktivitas,” kata Juri.

Dalam kesempatan tersebut, KSP juga memperkenalkan jaringan relawan distribusi masker dari beberapa daerah di luar Jabodetabek. Elisabeth Liu dan Ardi sebagai koordinator distribusi masker di Semarang, Jawa Tengah dan Bekasi, Jawa Barat, menyampaikan optimisme atas sinergi banyak pihak yang dilakukan ini.

Sylvana, mewakili Aice Group, memaparkan bahwa dalam kenyataan di lapangan, kondisi keterjangkitan virus di masyarakat sangat dipengaruhi oleh kesuksesan kebijakan pemerintah yang ditopang oleh kesepahaman dari berbagai unsur warga masyarakat.

“Dalam kegiatan distribusi puluhan juta masker medis Aice Group sejak akhir tahun lalu di puluhan kota dan kabupaten, ada hikmah tentang pentingnya kerja sama. Keberhasilan gerakan pentahelix membagi 5 juta masker bersama KSP dan GP Ansor ke masyarakat paling rentan, plus belasan juta lainnya lewat warung penjual es krim Aice, kami sangat didukung oleh para alim ulama, tokoh masyarakat, hingga petugas kebersihan dan pedagang pasar,” jelas Sylvana.

Menurutnya, COVID-19 ini memberikan pelajaran bahwa kerjasama yang dibangun bukanlah melulu di soal penanganan kurasi medik. Penyebaran virus bisa ditekan lewat kesepakatan sosial semua kalangan. Melepas tanggung jawab dalam mencegah penularan sosial akan melahirkan krisis yang parah di sektor hilir. Rumah sakit akan penuh pasien dan memberi risiko dan kelelahan luar biasa bagi tenaga medis yang jumlahnya terbatas. 

Selain komitmen kerjasama sosial banyak pihak yang intensif tersebut, Aice Group menyampaikan pula komitmen produksi masker medis yang intensif hingga pandemi ini usai. Seperti diketahui sebelumnya, Aice Group sudah memproduksi setidaknya sekitar 50 juta lembar masker medis SHIELD-Aice yang diproduksi di Pabrik Aice Mojokerto, Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Umum RNLC19 Kris Budihardjo menjelaskan lembaganya adalah bentuk kerjasama melawan COVID-19 yang berasal dari dan ditujukan untuk masyarakat sendiri. Tenaga dan sumber daya lain yang dihimpun oleh RNLC19 berasal dari berbagai kalangan, dan didayagunakan ke warga yang paling membutuhkan.

Upaya mengatasi pandemi COVID-19 tidak bisa hanya dilaksanakan oleh Pemerintah. Indonesia membutuhkan sumbangsih nyata semua pihak. Menurut Kris, KSP dan lembaganya telah bersinergi dengan banyak pihak untuk begerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terkena pandemi, seperti yang dilakukan tim yang berada di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. 

Sementara itu, aktivis kemanusiaan dan bencana Faisal Saimima menyampaikan catatan atas kondisi terkini pandemi yang ada di berbagai wilayah Indonesia. Ia mengingatkan bahwa bencana yang terjadi akibat pandemi belumlah menggambarkan berbagai potensi bencana lain yang bisa dialami masyarakat Indonesia dalam waktu dekat.

Pria yang juga menjadi Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ini menjelaskan bahwa di luar krisis yang terjadi akibat pandemi serta dampak ikutan seperti masalah ekonomi bagi masyarakat, terdapat potensi berbagai bencana alam di berbagai titik wilayah Nusantara yang masih mengintai.

“Kita perlu bekerjasama dan cepat mengakhiri pandemi di negeri kita. Di lapangan, masyarakat juga menghadapi berbagai cobaan yang tak kalah berbahaya. Gunung meletus, gempa, banjir, menjadi bahaya ganda lainnya. Sekali lagi kita perlu bekerjasama dan membangun kesepahaman semua pihak. Kami optimis jika gerakan banyak stakeholder yang dijalankan KSP, swasta dan elemen masyarakat ini Insya Allah akan mampu mengurangi dampak berbagai bencana di masyarakat. Amin,” ujar Faisal menutup konferensi pers.

Leave a Comment